Tentang Rizki dan Harta
Cerita ini dimulai ketika saya dan salah satu teman (sebut saja centong) ditugasi Eyang (Ibu Dosen kami) buat mencari tahu seluk beluk tentang geblek. Makanan yang namanya saya baru tahu ketika itu. Berhubung sedikit sekali pustaka tentang si geblek ini, akhirnya survei lapangan langsung menjadi pilihan yang harus dilakukan. Masalahnya Kulonprogo bukanlah tempat yang dekat ditengah kesibukan kuliah. Demi Eyang dan demi honor (husstt..), kami pun berangkat ke Kulonprogo pagi buta. Tanpa referensi tempat, tanpa tahu mau ke daerah mana, pokoknya bismillah. Dan singkat cerita setelah sedikit muterin Wates kami berhasil seorang penjual geblek di depan Stasiun Wates. Ibu Inem (samaran) namanya. Usianya tidak lagi muda, lebih pantas dipanggil nenek malah. Hampir tiap pagi jualan geblek dan sengek tempe benguk di depan Stasiun. Sampai sini semuanya berjalan wajar. Sampai ketika obrolan mulai masuk soal finansial, moment itu akan menjadi pelajaran berharga bagi kami berdua. J...

Komentar
Posting Komentar